Selasa, 08 Desember 2020

3 Alasan Jadi Tim Nam Do San di Drama Korea Start Up

Pic Credit Soompi



Ketimbang #TimHanJiPyeong atau #TimNamDoSan, gue sebenarnya lebih ke #TimNontonMaratonNungguEpisodeKelar. 


Yak, meski orang-orang dan netizen di sosial media manapun udah ribut soal drama ini, gue tetep kalem. Gue nunggu sampai episode 14, dan langsung marathon 3 hari berturut-turut. Sungguh efisien dan buang-buang umur sekaligus. 


Tapi, lebih baik gue 3 hari marathon nonton drama Start Up dibanding 3 tahun gak ngapa-ngapain kaya Han Ji Pyeong… HAHAHA!


Baik, mari kita mulai. Oh iya, perlu dicatat tulisan ini akan penuh spoiler dan puja puji terhadap Nam Do San (YA BACA AJA JUDULNYA GUE TIM SIAPA!!!).



pic credit to Soompi 



Inilah 5 alasan kenapa gue (dan kalian mestinya) jadi #timNamDoSan di drama Start Up: 



1. Jangan Ngadi-Ngadi Pilih Second Lead


Fotonya aja udah disandingin berdua



Jangan nyari gara-gara dah loe semua, udah jelas Lead Actornya Nam Joo Hyuk yang jadi Nam Do San. Pasti si penulis atau sutradaranya bakal jadiin dia sama Lead Actress-nya yakni Suzy yang jadi Seo Dal Mi. 


Udah jelas-jelas Han Ji Pyeong yang diperankan oleh Kim Seun Ho adalah second lead, jatuh hati padanya berarti siap-siap ambyar begitu nonton drama ini. 


Untungnya gue penonton yang punya jam terbang dan tak mau lagi terjebak tipu daya sosok second lead yang selalu; lebih manis, lebih enak dipandang, lebih baik, dan lebih sial dalam hal percintaan …


Ini penulisnya sama dengan yang nulis Dream High dan While You Were Sleeping… anjay second leadnya di drama itu gak nanggung-nanggung: Taec Yeon 2 PM dan Jung Hae In


Gue pampang nih foto-fotonya



Betapa pria manis ini disia-siakan Suzy di While You Were Sleeping



Gak ngerti kenapa Suzy mencampakkan Taec Yeon



Waktu nonton drama Dream High… gue itu tim Taec Yeon banget!!! Dibuai oleh penulis, pake segala Suzy mayungin motornya Taec pas hujan salju…


Ujung-ujungnya jadi ama Kim Soo Hyun… kan bengak!

Ambyar gue. 


Pengalaman lebih menyakitkan lagi adalah ketika gue nonton Reply 1988, gue itu tim Jung Hwan bangetttttttttt!!! Sampe sekarang gue setop nonton Reply 1988 di episode 18, kaga mao namatin. Bodo Amat!


Patah hati ini mereka gak jadi di Reply 1988



Pengalaman traumatis membela para pria second lead gue sadari berujung tidak baik pada suasana hati, uring-uringan, dan rasa menyesal. Kaya salah nyoblos waktu pemilu gitu...


Padahal aktornya mah emang dibayar mahal buat bikin hati kita patah sejadi-jadinya. Blengcek!


Jadi, jangan tertipu lagi kawan-kawan. Mari kita jaga hati dan kebatinan kita di masa pandemi ini dengan memastikan dan membuka wawasan siapa Lead Actor dalam Korea Drama yang akan kita tonton. 


Jangan beri celah buat second lead satu centi pun di hati kamu, Jangan!!!!

Luruskan niat bahwa menonton drama Korea adalah untuk kepuasan mata dan batin kita. Mari biasakan jatuh hati pada Lead Actor. 


Ingat kata pepatah; 

Berakit-rakit ke hulu berenang-renang kemudian, kepincut second lead bisa menipu dan berujung sedih kemudian


2. Han Ji Pyeong adalah Abang Material Kita Semua


Pikirkan ini dari sisi yang lebih menguntungkan kita semua, Han Ji Pyeong adalah abang sayang virtual kita semua. Biarkan saja Nam Do San dengan Seo Dal Mi, asal Han Ji Pyeong belom ada yang punya. 





Dengan tetap melajangnya Han Ji Pyeong, artinya peluang kita untuk jadi kekasih Han Ji Pyeong….. tetap kecil dan nihil. GAK ADA! Jangan pada ngadi-ngadi lu!


Han Ji Pyeong adalah fiksi yang terlalu sempurna. Pengalaman gue selama satu dekade jadi wartawan ekonomi dan perempuan dewasa (ehem) berkepala 3… tidak akan ada laki-laki yang berstatus senior manager dengan uang miliaran rupiah yang tidak blengcek…. Wkwkwkwkkw.


Masa iya Han Ji Pyeong kerjaannya kerja kerja kerja (tipes) terus, pasti dia juga tinderan sebelom ketemu Seo Dal Mi 15 taon kemudian. Haqqul yakin gue. 


Tapi sosok Han Ji Pyeong ini, ketimbang boyfriend material, memang lebih enak jadi abang material. Cakep, tajir, mengayomi, perhatian, dan masih prima di usia 30-an. Duh….. klo ini abang nyaleg, pasti gue coblos pas Pilkada!


Masa iya senior manager yang biasa dapat cuan berkali lipat dari investasi kaga bisa gerak cepat buat akuisisi hati seorang Seo Dal Mi. 


Han Ji Pyeong adalah cinta pertama Seo Dal Mi. Inget prinsip utama dalam hidup ini, first love never last (apaan sih).


Han Ji Pyeong bahkan gak sadar ia jatuh hati sama Seo Dal Mi meski sudah berbalas surat. Lalu pergi dalam 15 tahun begitu saja tanpa mencari Seo Dal Mi. 


Nam Do San, baru baca surat-suratnya Dalmi sekali langsung nguber dan ngudak-ngudak Seo Dal Mi. Nam Do San dari awal jujur sama perasaannya dan konkrit. 


Buat gue, Han Ji Pyeong adalah mimpi Seo Dal Mi soal cinta. Sementara Nam Do San mewujudkan mimpi Seo Dal Mi dengan cinta…


Ciyehhhh…

Pokoknya aku tim Nam Do San!


3. Nam Joo Hyuk 


Alasan paling mutlak adalah karena Nam Do San diperankan oleh Nam Joo Hyuk… udah. Finale. 


Okay Kim Seun Ho manis dan segala lesung pipitnya, tapi akuh adalah penggemar Nam Joo Hyuk sejak dia belum jadi siapa-siapa…


Ya Alloh.. gak usah pakai kata-kata deh. Langsung aja gue kasih foto-foto Nam Joo Hyuk…









Terakhir gue kasih tebakan:

Kenapa penulis drama ini jodohin Seo Dal Mi sama Nam Do San?

Karena gak mungkin Seo Dal Mi dijodohin sama Nam Bo Ru-nya

(APAAN SIH, NGAPA JADI BATAK!)



Okay, Bye!




Jumat, 16 Oktober 2020

Review Buku: Almond, Cerita Remaja Tak Punya Emosi





Pernah gak sih kalian bertanya-tanya kenapa Tuhan memberikan kita suatu kondisi atau ujian tertentu? Lalu, jawabannya baru kalian dapat bertahun-tahun kemudian. 


Itu kira-kira pesan yang gue tangkap saat membaca buku Almond, karya penulis Korea Selatan Sohn Won Pyung. 


Berkisah soal Yunjae, anak lelaki yang terlahir dengan kondisi alexythimia yang menyebabkan dia tidak memiliki emosi. Artinya, Yunjae tidak tahu apa itu perasaan sedih, gembira, marah, dan emosi lainnya. Datar dan lempeng aja gitu hidupnya. 


Kondisi ini disebabkan karena amygdala-nya (cmiiw) yang berbentuk seperti almond di kepalanya underdeveloped. 


Yunjae tinggal bersama ibu dan neneknya. Ibunya kerap memaksa Yunjae sering memakan almond, yang Yunjae pikir mungkin bisa membantu “almond” di kepalanya lebih membesar. Mungkin itu alasan kenapa buku ini diberi judul “Almond”. 


Penulis menuturkan betapa Yunjae kesulitan membaca dan merasakan emosi dengan sangat apik. Kekhawatiran sang ibu ditekankan betul, Yunjae ‘dipaksa’ menghafal beberapa kata penting agar terhindar dari masalah atau bahkan demi tak dirundung anak lain. 


Yunjae dan keluarganya tinggal di sebuah toko buku milik sang nenek, di atasnya terdapat toko roti yang dimiliki oleh seorang kakek. Di sekolah dan di lingkungannya, Yunjae dikenal sebagai ‘monster’ karena tidak memiliki emosi. 


Meski begitu, rasa sayang nenek dan ibunya tak pernah habis untuk Yunjae. 


Suatu waktu, keluarga kecil ini pergi merayakan ulang tahun Yunjae di sebuah restoran. Lalu sebuah tragedi terjadi, seorang perampok mengamuk di jalanan dan berujung dengan tewasnya sang nenek dan ibu Yunjae terluka berat hingga kondisi koma. 


Sang nenek tewas karena ingin melindungi Yunjae, begitu juga ibunya yang kondisinya lebih seperti orang mati ketimbang hidup. 


Di usia belasan tahun, menyaksikan nenek dan ibunya dibantai di depan mata. Lalu ditinggalkan oleh keduanya, yang merupakan satu-satunya keluarga yang ia miliki.. bisa kebayang bagaimana hancurnya Yunjae kalau ia bisa merasakan emosi?


Gue seakan tertampar saat membacanya. Kalo gue jadi Yunjae sih pasti udah gak sanggup dengan segala kondisi itu, jadi gue berpikir mungkin Tuhan memberikan kondisi istimewa itu ke Yunjae karena sudah tahu akan apa yang terjadi di masa depan. 


(Ya bukan Tuhan juga sih, tapi penulisnya).

Cerita lalu mengalir, Yunjae bertemu dengan karakter-karakter baru yang membuatnya berpikir lebih keras untuk berempati.


Salah satunya Gon, anak liar yang sangat kebalikan dengan Yunjae. Jika Yunjae lembut di luar namun keras di dalam karena tak ada emosi, Gon justru tampak keras di luar namun super perasa di dalam karena pengalaman traumatis masa kecilnya. 


Secara keseluruhan, buku ini khas banget buku-buku penulis Korea Selatan yang menggali lebih dalam makna hubungan antar manusia. Kata-kata yang dipilih tidak sulit atau jarang menggunakan ungkapan, tapi bisa membuat kita berpikir cukup dalam karena kita diajak menyelami isi kepala Yunjae. 


Kita diajak merasakan menjadi Yunjae yang tidak punya emosi. Sebuah kondisi yang jujur membuat gue iri saat ini. Gue sampai berpikir, kondisi ini semacam berkat bagi Sebagian orang yang justru overburden akibat emosi-emosi yang menumpuk di dirinya. (Sedikit curcol). 


Jujur aja gue baca buku ini karena ini buku yang dibaca oleh Suga BTS….. receh banget kan alasan gue. Haha!





Apapun yang Namjoon, Suga, V baca..harus gue baca! 


Buku ini udah ada terjemahan Bahasa Indonesia dan bisa dipesan onlen di situs buku terbesar itu lohhhh…..


Sedikit tambahan dalam review mungkin, entah kenapa belakangan ini Korea lagi hobi mengangkat isu alexythimia ini. Entah kebetulan atau tidak, selain buku Almond…ada juga drama-drama yang mengangkat isu ini. Salah satunya adalah Flower of Evil yang dibintangi oleh actor Lee Jun Ki dan Alice yang dibintangi oleh aktor Jo Woon. 


Kedua drama yang gue sebut di atas itu juga bagus sih, terutama Flower of Evil. 


Ada kesamaan dari buku dan drama-drama ini, meskipun kepala tidak bisa menangkap sinyal untuk membaca emosi..perlu dicatat para karakter ini masih memiliki hati. Jadi mereka bertindak tanpa sadar oleh hati mereka, tanpa tahu itu emosi apa. 


Selamat membaca! 



Senin, 21 September 2020

Review Kdrama Prison Playbook: Wajib Banget Ditonton!

 




Kali ini, gue ingin merekomendasikan drama Korea yang hangat dan cocok banget ditonton di kala pandemi untuk kembalikan semangat kita semua. 

Drama ini berjudul: Prison Playbook , dan bisa dinikmati di Netflix. 

Lebih banyak bercerita soal kehidupan, minim percintaan, tapi maksimal dalam menguras emosi penonton. Ada sedih, kesel, marah, gembira, ketawa sampai ngakak-ngakak, nangis, kaget, smitten pun bisa... paket komplit.

Tapi, sebelum bahas soal dramanya, gue mau bahas soal salah satu lagu yang menjadi soundtrack drama ini. 

Judul lagunya adalah  Bravo, My Life! Dinyanyikan oleh Eric Nam. Lagu ini sendiri merupakan remake dari lagu berjudul sama yang menjadi soundtrack film "Fly Daddy Fly" pada 2006 lalu.. (FYI film ini juga bagus banget, gue sampe termehek-mehek nontonnya). 

Baru kali ini, seumur hidup gue dengerin soundtrack dan lagu Korea, dengerin lagu Bravo, My Life ini gue selalu nangis. 

Awalnya itu sebenernya ringan, lagu ini muncul sebagai background di adegan yang sangat-sangat menyentuh. Lalu, gue mencari tahu, apa sih arti lagu ini... 

Pas gue ketemu artinya, gue nangis. 

Kira-kira ini sebagian terjemahan lirik lagu Bravo My Life





Tuh, coba dibaca deh liriknya.  Buat gue pribadi, dan mungkin kalian semua, tahun ini pasti merupakan tahun yang berat buat dijalani. Buat sebagian orang, bahkan hidup ini seakan-akan melelahkan buat dijalani selama beberapa tahun terakhir. 

Buat gue pribadi, waktu dengerin lagu ini sambil baca terjemahannya..seakan-akan pundak gue tuh ditepuk. "Gus, gak apa-apa kalau capek, nangis aja. Kamu udah hebat kok, jangan bandingin sama orang lain, tapi coba lihat kamu sekarang bisa tetap hidup, bertahan, dan sudah sampai di titik ini."

Lagu ini tuh kaya ngasih tahu kita, iya hidup itu melelahkan, capek, dan kadang-kadang kita ingin menyerah dari perjuangan kita. Itu semua gak apa-apa, pelan-pelan toh kamu sekarang sudah di posisi ini...

Huhuhu pengen nangis bats. 




Balik lagi ke dramanya ya...... (setelah soundtracknya sukses bikin gue nangis). 

Prison Playbook bercerita tentang hidup seorang atlet baseball - ternama, kebanggaan- Korea Selatan bernama Kim Jae Hyuk. 

Jae Hyuk sebagai pitcher termahal di Korea Selatan, memiliki semua di genggaman tangannya. Tinggal di penthouse mewah, uang dan harta bergelimangan, pacar cantik, idola sejuta ummat, dan tinggal selangkah lagi untuk tanda tangan dan menjejakkan karir di kancah global. 

Kalo diibaratkan di Indonesia, Jae Hyuk .. Agnes Monica bangetlah, go global di depan mata!

Tapiiiii... namanya juga drama ya, segala hidupnya yang serba sempurna ini berubah hanya dalam satu malam!

Mending kalo berubah karena cinta satu malam, Jae Hyuk ini justru kayak kena adzab satu malam..tapi dia gak ngapa-ngapain. 

Suatu malam, Jae Hyuk yang besok akan tanda tangan kerja sama global, diminta ibunya buat sebentar saja kunjungin adek perempuannya, Jae Hee. 

Nah, pas dia mau kunjungin adiknya, ternyata sang adik lagi jadi korban aksi kriminal berupa pencobaan perkosaan. Jae Hyuk sebagai abangnya naik pitam dong. Pasti dia naik pitam lah, masa dia naik delman, kan itu bukan hari minggu dan dia sedang tidak turut ayah ke kota. 

OKAY LANJUT...

Jae Hyuk yang naik pitam, mengudak-udak si pemerkosa ini lah dan mukulin sampai babak belur. Akibat tindakannya itu, Jae Hyuk ditahan polisi. 

Hari yang semestinya menjadi momen emas untuk go global, malah jadi momen paling gelap di hidupnya karena mesti mencicipi bui. Menurut aparat, tindakan Jae Hyuk itu kebangetan buat bela diri, soalnya "korban" sampai sekarat. 

Tadinya dia berpikir, udah lah paling sebentar aja di penjara ini mah, toh pengacara bisa membela. Tapi, Tuhan tidak berhenti memberi ujian, si pemerkosanya malah meninggal dunia dan belakangan diketahui adalah putra orang penting di negeri ginseng. Amsyong. 

Seumur hidup, Jae Hyuk cuma tahu main bisbol, dari zaman dia duduk di sekolah, berdiri, pulang, tidur, dan ke sekolah lagi.  Dengan masuk penjara, dunianya diambil. Hidup Jae Hyuk pun ibarat kerupuk gendar yang jatuh dari piring terus keinjek temen yang lewat.... hancur lebur. 

Nah, saat masuk penjara inilah, kisah hidup dan perjuangan Jae Hyuk bener-bener dikupas habis. Jae Hyuk kehilangan baseball, tapi bertemu kawan, keluarga, sahabat lama, bajingan, tukang tipu, pemeras, pejabat korup, dan pengalaman hidup yang luar biasa. 

Di penjara, Jae Hyuk bisa kembali bertemu dan dekat dengan sahabatnya semasa sekolah dulu, Jun Ho. Dulu, Jun Ho dan Jae Hyuk sama-sama bermain baseball. Jun Ho jauh lebih unggul dari Jae Hyuk, tapi menyerah di tengah jalan akibat kecelakaan. Jae Hyuk yang terluka lebih parah di kecelakaan bersama Jun Ho, memilih tetap melanjutkan baseball... 

Kini Jun Ho jadi sipir di tempat Jae Hyuk ditahan. Dikelilingin orang asing yang dia ga bisa percaya sama sekali, kehadiran Jun Ho bener-bener kado istimewa buat Jae Hyuk. Jun Ho juga, setia abis sama Jae Hyuk dan ngelakuin apapun untuk melindungi sahabatnya ini... sweet abis!

Junho dan Jae Hyuk 



Jae Hyuk ini dijuluki sebagai phoenix karena fansnya mengenal dia sebagai sosok yang pantang menyerah dan baik banget, dan ini beneran sih digambarin sepanjang drama. Kalau gue jadi Jae Hyuk (amit-amit), bukan cuma menyerah dari mimpi-mimpi tapi juga menyerah buat ngapa-ngapain keknya.

Di penjara, Jae Hyuk yang polos tentu jadi sasaran empuk mereka yang brengsek. Meski belom kenal siapa-siapa, Jae Hyuk memastikan tetap berbuat baik selama orang itu juga baik. 

Salah satunya Jailbird, pemuda yang keluar masuk penjara akibat salah pergaulan. Untung gue cuma sering salah makan doang, jadi cuma keluar masuk toilet aja...itu aja capek. 

Suatu hari, Jae Hyuk menyimak cerita bahwa ibunya Jailbird sedang sekarat dan butuh biaya operasi. Jailbird saat itu gak meminta atau meminjam uang, cuma cerita aja sambil lalu. Jailbird bilang dia mencuri juga untuk cari duit pengobatan ibunya. 

Di saat yang sama, Jae Hyuk diperas sipir senior untuk transfer sejumlah uang ke rekeningnya. Adegannya, Jae Hyuk menghubungi pengacaranya untuk siapkan uang usai ketemu dengan si sipir tadi. Soalnya sipir ini mengancam Jaehyuk sesuatu (gue lupa) dan mau sebarin ke pers intinya. 

Gue pikir, duit itu buat si sipir dong yang ditransfer. 

Ternyata, esok harinya, Jae Hyuk kehilangan sebagian hak-nya dan dimasukkan sel detensi khusus. Tapi, di sisi lain, Jae Hyuk mendapatkan sahabat baru.. yakni Jailbird. Iyap, diam-diam Jae Hyuk transfer uang ke rumah sakit untuk pengobatan ibu Jailbird. 

Jailbird sampe mewek banget, belum sempat dia membalas kebaikan Jae Hyuk, eh dipindah penjara. Tapi Jailbird sempat berterima kasih dan bilang..

"Terima kasih, Hyung. Selama ini belum ada yang memperlakukan saya sebaik itu."

Intinya Jailbird bilang baru kali ini dia diperlakukan tanpa stigma, tanpa harus ngerendahin diri, dan diperlakukan sebagai manusia biasa. Sedih bats yak. Jailbird juga bilang, kalau sampai ibunya meninggal dunia, mungkin dia gak mau hidup juga. 

Jae Hyuk, tanpa sadar menyelamatkan dua nyawa sekaligus.... ya Tuhan, dan selama 16 episode itu kisah-kisah penuh kasih begini banyak bats.

Senin, 06 Juli 2020

Sepi & Repotnya Nikah di Kala Pandemi, Cerita di Podcast!


Sebelum mikir lebih jauh, perlu gue tekankan ini bukan cerita soal gue yang menikah hahaha. 


Judul di awal supaya menarik aja, maklum mantan wartawan online. Ini merupakan cerita dari kawan-kawan gue, yakni Johana Kusnadi dan Fetty yang nekad tetap menikah meski pandemi belum mereda. 


Johana dan Fetty keduanya perempuan ya, tapi mereka menikah dan bakal menikah dengan pasangannya masing-masing. Jadi bukan mereka menikah satu sama lain, supaya gak mikir lebih jauh lagi. 


Selama pandemi yang berlangsung sejak Maret, gue sangat yakin banyak cerita yang bisa dibagikan oleh orang-orang di sekitar gue. Sebagian ada kabar duka, sebagian kabar suka cita. Terus, gue berpikir kok sayang ya kalau cerita-cerita mereka yang seru ini gak dibagikan ke khalayak (ciee).


Nah, gue mau mulai bagi-bagi cerita dengan platform media kekinian yakni podcast. Jadi bisa di lihat di pojok kanan blog ini ya udah ada kolom khusus buat podcast.. uhuy! 


Buat episode (bukan perdana), kali ini bahas soal nikahan di kala pandemi. 

Dimulai dengan kisah Johana, akrabnya disapa Jojo. 




Jojo ini bisa dibilang paling nekat lah, lo bayangin aja ketika pandemi masih awal-awal menggentayangi dia mutusin rencana perkawinannya gak boleh batal. “Gue udah kebelet, Mbak,” curhat doi, jujur amat anjir. 


Jojo kawin tanggal 18 April, sebenernya ini cewek punya impian kawin hanya dihadiri orang-orang terdekat. Dikabulin sih sama Tuhan, tapi jadi orang-orang deketttttt bangetttt.. gak sampe 10 orang yang nyaksiin dia kawin!


Gue sih waktu denger cerita kawinannya setengah ketawa, setengah kasihan. Tapi, anaknya mah nyengir-nyengir aja. Rencana dia memang berantakan, beberapa diundur seperti acara makan malam keluarga, tapi sisanya show must go on. 


Lo bayangin deh, si Jojo ini baju kawinannya cuma beli di Shopee gak sampe Rp 300 ribu! “Gw sempet khawatir nanti tamu-tamu gue lebih cakep dari gue kalo kawinan, pas pandemi.. yang cakep jadinya gue doang. Ya udah gw beli baju simple aja,” kata Jojo lagi. 


Si Jojo ini juga dandan sendiri buat kawinannya, pas mau ke gereja juga dijemput lakiknya. Gue sampe mikir, ini bocah mau berangkat nikah apa ke kantor?


“Habis nikah juga gue balik apartemen, pesen bakmi, terus kerja lagi..”


Jojo sih selow ceritanya, tapi gue yang denger geregetan… anjay. 


Beda Jojo, beda lagi sama Fetty (gak punya nama panjang). Anak juragan daging di Bekasi ini masih tahap deg-degan bisa gelar nikahannya gak Agustus nanti. 


Kalo Jojo motivasinya kebelet (gak jelas emang Jojo!), kalo Fetty ini ada campur tangan keluarga jadi dimajuin dikit dari jadwal semula (kalo gue gak salah, coba dengerin aja podcastnya). 


Si Fetty, emang dasar berjiwa biduan, tetep pengen resepsinya gedombrangan dan cuan. “Gue nanti pake zoom mba, duitnya bisa pakai ovo aja ditransfer.” Gak mau rugi anjay!


Biduan Bekasi ini juga lagi pusing soal urusan MUA. Sementara Jojo mutusin dandan sendiri, Fetty tetep mau tampil kece badai dengan sentuhan MUA. Masalahnya, MUA di masa pandemi kaga bisa dicancel kalo nikahan batal karena force majeure. 


Gue sih menyarankan si Fetty ini bayar MUA separoh aja, toh muka-nya juga pas akad ketutup masker. “Lo minta dandanin dari jidad ke hidung aja, bawahnya ga usah. Gak ada yang liat ini, terus minta separoh harga,” saran gue. 


Tapi yaaa… dua perempuan ini, meski repot urusin pernikahannya tetep ada yang kelupa dong. Parahnya, yang kelupa itu justru yang paling esensial. Mereka LUPA urus administrasi pernikahannnya! 


“Gue baru inget Mbak, ini pernikahan gue belom tercatat negara, hahahhahaha,” kata Jojo. Fetty gimana? 11-12… udah heboh soal MUA tapi belom urusin KUA… sableng emang!


Ceritanya lebih seru lagi sih sebenernya, jadi coba deh dengerin podcastnya (wkwkww promo yess). 

Podcast Mbak Goes